Cari

Cari

Cari

Sabtu, 09 Januari 2016

LINSANG bukanlah Otter

Apa itu linsang?

Kalian pasti sering mendengar nama / kata tersebut kan ?
Saya yakin ada lebih dari 60% yang pernah denger bilang "Linsang itu kan otter ya ? Wergul ? Sero ? Atau ada yang nyebut "Berang berang" ?

Jadi gini guys...
Linsang itu nama hewan (benar), yang beberapa jenis masuk dalam keluarga musang dan beberapa masuk kerabat dekat musang (dekat banget, karena tadinya sih family Viverridae semua, dengan penelitian terbaru jadi dibedakan). Bukan otter / kategori otter kok, beda. Musang dan kerabat dekatnya masuk ke dalam subordo "kekucing - kucingan" / cat-like (Feliformia), sedangkan otter dan keluarganya termasuk subordo "keanjing - anjingan" / dog-like (Caniformia). Jadi antara Musang dengan otter bisa dibilang kerabat jauh. Memang sebagian masyarakat Indonesia menyebut otter sebagai linsang (mungkin di Wikipedia Bahasa Indonesia, Linsang itu ya otter) tapi bukan demikian. Otter lebih tepatnya disebut linsang air, namun bukan linsang yang hidup di air, melainkan penyebutan saja, ibarat anjing laut, singa laut, gajah laut, kuda laut dll.

Terus linsang itu ?
Linsang dibagi menjadi dua sesuai daerah penyebarannya, yaitu linsang Afrika (African linsang) dan linsang Asia (Asiatic linsang). Linsang Afrika terdiri dari dua spesies, yaitu Leighton's Linsang (Poiana leightoni) dan African linsang (Poiana richardsonii), sedangkan linsang Asia juga terdiri dari dua spesies, yaitu Banded linsang (Prionodon linsang) dan Spotted linsang (Prionodon pardicolor). Linsang Afrika masuk kedalam family Viverridae dengan subfamily Viverrinae (bersama musang rase, tenggalung, jebat, genet, African civet, dll), sedangkan Linsang Asia dikategorikan ke dalam family / keluarga yang berbeda, yaitu Prionodontidae (yang tadinya family Viverridae subfamily Prionodontinae).

Linsang Afrika sangat jarang dijumpai sehingga foto di beberapa sumber sangat sedikit dan kurang jelas. Bingung ya, memang bahasa klasifikasi agak rumit dan sedikit runyam. Ini juga pelan - pelan saya translate-kan dari beberapa sumber yang pernah saya baca yang menggunakan Bahasa Inggris.
Untuk soal foto, habitat, kebiasaan, daerah penyebaran, dan lain - lain, teman - teman MusLov bisa langsung search di Google dengan keyword sebagai berikut (bila di Wikipedia, gunakan Wikipedia Bahasa Inggris karena penjelasan lebih lengkap) :

1) Viverridae (semua jenis musang / masuk dalam kategori "musang")
2) Viverrinae (satu rumpun dengan rase, tenggalung, dll)
3) Linsangs (linsang)
+ African linsang
- Poiana leightoni
- Poiana richardsonii
+ Asiatic linsang
- Prionodon linsang
- Prionodon pardicolor

Semoga postingan ini membantu dan membawa berkah. Aamiin.

(Sumber dari Google yang sudah dirangkum dan di-translate-kan)

Ditulis : Septian Aji Saputra Hartanto

Merawat Musang pandan

Bisa dikatakan, cara memelihara musang pandan sangat amat mudah. Hanya dibutuhkan ketelatenan dalam memeliharanya. Berikut adalah beberapa tips cara memelihara musang pandan:
Musang pandan yang dipelihara biasanya diberi makan aneka jenis buah dan untuk sumber protein bisa di kasih catfood dogfood, dan daging ayam yg sudah di rebus atau kukus untuk menghilangkan bakteri pada daging ayam. Namun kebanyakan owner musang pandan memberikan makanan dari aneka buah sebagai makanan utama atau kepala ayam rebus. Untuk minuman sendiri, anda bisa memberi air mineral kepada musang anda.
Untuk pemberian makanan hendaknya diselang seling untuk menghindari kebosanan. Pemberian buah-buahan seperti pisang dan pepaya wajib dilakukan minimal seminggu sekali agar pencernaan musang tetap terjaga.
Musang juga wajib dimandikan minimal seminggu sekali dan kandangnya harus dibersihkan minimal 2 hari sekali. Jangan membiarkan kandang musang kotor karena bisa menyebabkan bulu musang rontok, musang menjadi sakit, dan menimbulkan penyakit kulit.
Jika sudah panjang, kuku musang juga hendaknya dipotong.
Musang hendaknya tidak terlalu kurus atau tidak terlalu gemuk. Tidak jarang, musang yang mengalami obesitas akan mengalami sudden death (kematian secara mendadak) akibat gagal jantung.
Demikian adalah Cara Memelihara Musang Pandan.

Sumber artikel : Grup FB MLI.

Merawat musang rase

Banyak teman teman yang merasa kesulitan ketika dia mengadopsi rase, dan rase juga terkadang susah untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan dikarenakan dia rentan mengalami kematian. Rase sebenarnya bisa kita pelihara sebagai pet yang baik dirumah, apabila kita bersabar dan telaten dalam merawatnya. Rase bisa sangat menyenangkan sebagai pet, dia mempunyai karakter yang pintar dan sangat suka berinteraksi dengan ownernya dan lingkungan tempat dia tinggal, berikut ini salah satu cara memelihara dan merawat rase dari baby sampai usia dewasa. Sebagian besar pengalaman pribadi, selebihnya info-info yang saya dpat dari teman-teman MLI yang lain.  Silakan dibaca, dipahami, dipraktikkan...

Handling

Ketika sampai di rumah baru, reaksi rase berbeda-beda tiap individu. Jika umurnya masih di bawah 2 bulan pasti bisa langsung dihandle karena masih jinak baby.

Rase diatas 2 bulan sudah bisa defense, apalagi ditambah stress selama perjalanan. Ada yang cenderung takut, lebih memilih kabur dan sembunyi. Rase penakut bisa langsung dipegang dan digendong, tapi harus dipegang dengan benar agar tidak kabur. Sangat tidak dianjurkan memegang ekor. Dengan rase penakut, kita hanya tinggal perbanyak interaksi. Pengalaman saya, jika si rase panic saat digendong, masukkan ke dalam baju. Dia akan lebih tenang di tempat gelap, sekalian adaptasi dengan bau kita.

Ada juga yang menyerang. Untuk tipe ini bisa dilakukan pendekatan dengan menaruh tangan kita di depan kandangnya, terus sampai tidak hissing lagi. Sesekali handfeed dari luar kandang, jika sudah berani bisa handfeed dari dalam kandang dan pelan-pelan coba pegang badannya.

Kalau rase tidak tenang di dalam kandang, ingin keluar,biarkan dia keluar. Tapi harus di dalam ruangan tertutup supaya tidak kabur terlalu jauh. Biasanya rase akan mengeksplor wilayah sekitarnya, mengendus barang-barang, dan menandai tempat dengan menggesekkan bokong ke tembok, pintu, dll. Saat itu rase mengeluarkan cairan berbau khas bandot dari kelenjar dekat anusnya. Selama rase menjelajahi ruangan, jangan buat gerakan tiba-tiba dan jangan panic kalau dia mengendus badan Anda. Bisa pancing dengan makanan agar dia mendekat. Ketika mau memasukkan lagi ke kandang, ambil pelan-pelan dan usahakan tidak menarik ekornya. Menjinakkan rase butuh kesabaran.

Dalam handling rase baru, jangan lupa ajak dia main. Rase senang mengejar tali dan kain yang digerak-gerakkan. Ketika rase sudah lebih percaya pada kita, dia akan mulai mengejar kaki saat berjalan. Cara bermain rase terbilang lebih kasar dibandingkan musang lain :)

Makanan

0-1 : full susu. Susunya bubuk vanilla, disepet pakai dot kecil untuk hewan, atau suntikan yg jarumnya diganti pentil ban sepeda dan dilubangi. Pemberian susu yang baik setiap 4 jam sekali secukupnya. Pada umur 0-2 minggu belum ada pup dan pee sama sekali, umur 2 mingguan baru mulai pee.

1,5-2: makanan halus (ati ayam, telur, cat food, dog food, dihaluskan) campurkan sedikit ke susunya, secara bertahap ditambah takarannya. Umur 2 bulan mulai bisa makan sendiri.

2,5-3: Perkenalan makanan bertekstur, untuk melatih rahang dan gigi (ceker, kepala ayam, telur, ati. Dipotong kecil-kecil supaya mudah dikunyah. Bisa dicampur nasi). Untuk snack atau cemilannya buah (pisang, papaya, kurma, dll) dan serangga (jangkrik, cacing, capung, ulat hongkong, dll).

Kebanyakan orang mengadopsi rase yang berusia 2-3 bulan karena termasuk mudah untuk menjinakkannya dan tidak terlalu repot perawatannya. Namun sayang banyak seller yang sembarangan memberi makan rase hanya dengan buah-buahan, sehingga si rase tidak suka makanan yang mengandung unsure hewani. Padahal ini adalah masa pertumbuhan, rase butuh gizi yang banyak. Jika diteruskan memberi makan rase hanya dengan buah, pertumbuhannya akan terhambat bahkan bisa mati.

Salah satu cara membuat rase mau makan daging yang saya dapat dari Om Ray Animale adalah dengan metode puasa. Jangan kasih makan sama sekali selama seharian, cukup sediakan minum. Setelah sehari, baru kasih makan sesuai yang seharusnya. Teorinya adalah karena lapar, si rase akan makan apa saja yang disediakan.

4-dewasa: Semua bagian ayam-termasuk telurnya, cat food/dog food basah/kering, ikan. Bisa campur nasi. Sesekali boleh diberi makanan hidup (tikus putih, burung, anak ayam, bebek, dll).

Memberi makanan hidup tidak akan membuat mereka jadi galak. jinak/galaknya hewan tergantung perlakuan kita terhadap mereka, apalagi jika sudah dipelihara dari kecil. Jadi, jangan takut untuk mencobanya. Sekalian melatih rase nangkap tikus di rumah. Juga kalau suatu hari ingin merilisnya ke alam liar, si rase bisa bertahan hidup :)

Selalu sediakan air bersih untuk minum.

Perilaku

Musang rase aktif pada pagi dan malam hari. Mereka hewan yang energik dan lincah, karenanya disarankan lebih diperbanyak waktu free room agar si rase bisa bermain dan berlarian dengan bebas dan mengurangi stress di dalam kandang. Setelah lelah bermain biasanya rase mencari tempat tidur yang gelap dan tersembunyi, kita sebagai owner harus teliti mencarinya. Hati-hati juga saat free room di malam hari, mereka sering ingin ngelayap ke luar rumah. Jangan sampai lepas dari pengawasan. Dan sebaiknya dipakaikan kalung sebagai pengenal agar jika sudah terlanjur keluar, orang akan tahu bahwa itu rase piaraan. Menurut pengalaman saya, rase akan kembali ke rumah sekitar jam subuh.

Sedangkan di siang hari, rase pemalu dan senang menyusup ke tempat-tempat sempit dan gelap karena mereka merasa nyaman di sana. Hal ini menjadi semacam kekurangan dibandingkan musang-musang lainnya, karena rase tidak nyaman dan takut berada di keramaian sehingga agak sulit diajak gathering. Bisa dilatih untuk terbiasa, asal dilakukan sejak kecil dan secara rutin, kalau perlu setiap hari. Ajak dia jalan-jalan ke luar rumah. Dalam hal buang air, rase seperti kucing, akan kembali ke tempat yang sama. Jadi ketika sedang free room, sediakan wadah untuk pup dan pee nya.

Secara alaminya rase bisa berenang, namun tetap harus diajari untuk suka air. Mandikan rase secukupnya. Rase senang berjemur di bawah matahari pagi, mungkin untuk menghangatkan tubuh. Ketika di free rom rase suka berjemur dengan sendirinya selama kurang lebih 10 menit.

Kalau rase mendadak lemas dan tidak mau makan, segera lakukan pertolongan pertama di rumah. Yang umum adalah memberikan madu atau norit yang digerus dan diseduh dengan air kelapa. Jika dalam 1 hari 1 malam belum ada perubahan, bawalah ke dokter hewan.

Selama ini perawatan rase-rase saya si Milo dan Chikal cukup sederhana, tidak berbeda jauh dengan memelihara kucing kampung. Yang penting si rase senang mendapat gizi yang cukup :) Terima kasih untuk yang sudah membantu saya dalam merawat Milo Chikal.

Sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman MLI. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisannya.

PENULIS : Chairunnisa Rachmanindya / Nia

Sumber : File FB MLI

Mengenal Musang Marten

Martes Flavigula Robinsoni
(MARTEN)

Martes Flavigula Robinsoni dikenal juga dengan sebutan Javan Kharza (Western Java), Marten masuk di dalam keluarga Mustelidae, tersebar di wilayah Jawa Barat (Pocock,1936). Ada pula yang menyebutkan bahwa marten tersebar di beberapa pulau lainnya tetapi marten yang ada itu berbeda namanya seperti Borneo (Bornean Kharza) : Martes Flavigula Saba (Chasen and Kloss, 1931), Sumatera (Sumatran Kharza) : Martes Flavigula Henrici (Schinz, 1845), dan masih ada beberapa sub species Martes Flavigula lainnya diluar Indonesia karena Martes Flavigula merupakan Species Marten di Asia.

Banyak artikel di Indonesia dan di negara lain menyatakan bahwa jenis marten yang ada di jawa adalah musang leher kuning / musang marten (martes flavigula) sedangkan sudah jelas marten bukan musang,dan marten yang ditemukan dipulau jawa memiliki warna abu muda, abu tua kearah coklat mulai dari kepala sampai pinggang dan berwarna cokelat tua dan hitam pada pinggang sampai ujung ekornya serta memiliki warna putih pada bagian bawah leher dan garis pendek berwarna coklat tua /hitam di bagian belakang kupingnya. Dari warna ini lah martes flavigula robinsoni pun ini di sebut beech marten / stone marten (martes foina) yang tersebar dari eropa sampai central asia tidak termasuk Indonesia. Oleh karena itu dari daerah penyebarannya dan dari gradasi warna yang ada pada martes flavigula robinsoni membuktikan bahwa martes flavigula robinsoni adalah sub species dari martes flavigula bukan martes foina.

Kehidupan Marten dialam liar :
Marten merupakan hewan soliter, marten berburu dengan pasangannya atau secara berkelompok , mereka lebih aktif di pagi hari dan terkadang terlihat pada sore bahkan dimalam hari. Marten adalah hewan semi alboreal, dia dapat memanjat pohon secara vertical dan ia dapat membuat lompatan lebih dari 4 meter dari pohon 1 kepohon lainnya,walaupun begitu marten lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berburu didarat. Marten merupakan hewan Omnivora, makanan utamanya adalah buah dan serangga, tikus, ikan, burung, ular, bahkan marten dapat memangsa hewan yang ukurannya lebih besar seperti : rusa dan kijang.

Marten merupakan salah satu jenis hewan paling sempurna dalam keluarganya (weasel, ferret, badger, mink) ini dikarenakan ia memiliki ukuran tubuh cukup besar, berotot, flexibel, tapak kaki yang besar dengan kuku tajam, pada jantan dewasa dapat mencapai ukuran tubuh ±70cm dengan panjang ekor hampir sama dengan ukuran badannya (ukuran betina relatif lebih kecil dari jantan), pendengaran yang sangat baik, dan marten hampir tidak memiliki rasa takut terhadap predatornya karena dia memiliki kelenjar anal yang dapat mengeluarkan cairan serta bau yang amat sangat tidak sedap.

Marten adalah tipe hewan yang tidak setia, karena dia tidak dapat bertahan hanya dengan 1 pasangan saja. Biasanya masa reproduksi marten berlangsung pada saat perubahan iklim dari musim dingin ke panas dan dari musim panas ke dingin. Banyaknya jumlah anak yang dapat dihasilkan oleh marten berkisar antara 2 sampai 4 ekor dan ketika si anak sudah bisa mandiri, induknya akan mencari pasangan untuk kawin lagi bahkan sampai terjadi perkelahian antara marten jantan untuk mendapatkan betina.

Data ini dibuat berdasarkan referensi yang ada dan hasil observasi sementara terhadap sepasang Marten (Bully dan Sheshe) oleh Adhietya Aji Pamungkas, karena sampai saat ini klasifikasi jelas tentang Martes Flavigula Robinsoni itu belum ada,yang ada hanya Martes Flavigula saja.

Jumat, 08 Januari 2016

Mengenal Musang Binturong

Musang Binturong ( Arctictis binturong )

Status Konservasi

Appendix 1

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Mammalia
Ordo:Carnivora
Famili:Viverridae
Upafamili:Paradoxurinae
Genus:Arctictis
Temminck, 1824
Spesies:A. binturong
Nama binomial
Arctictis binturong
(Raffles, 1821).

Binturung (Arctictis binturong) adalah musang bertubuh besar, anggota suku Viverridae. Orang Melayu menyebutnya binturong, menturung atau menturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas BearCat. Barangkali karena karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, sementara juga berkumis lebat dan panjang seperti kucing (bear: beruang; cat: kucing).

Deskripsi

Musang yang berekor besar panjang dan bertubuh besar. Panjang kepala dan tubuh antara 60 – 95 cm, ditambah ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya sekitar 6 – 14 kg, bahkan sampai 20 kg.

Berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan (prehensile tail), sebagai ‘kaki kelima’.

Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui.

Kebiasaan dan Persebaran

Sebagaimana umumnya musang, binturung terutama aktif di malam hari. Di atas pepohonan (arboreal) atau juga turun ke tanah (terestrial). Kadang-kadang ada juga yang bangun dan aktif di siang hari.

Meski termasuk bangsa Carnivora, yang artinya pemakan daging atau pemangsa, makanan binturung terutama adalah buah-buahan masak di hutan, misalnya jenis-jenis ara (Ficus spp.). Hewan ini juga memakan pucuk dan daun-daun tumbuhan, telur, dan hewan-hewan kecil semisal burung dan hewan pengerat.

Pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binturong biasanya bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon. Ekornya digunakan untuk keseimbangan, atau kadang-kadang berpegangan manakala sedang meraih makanannya di ujung rerantingan. Cakarnya berkuku tajam dan melengkung, memungkinkannya untuk mencengkeram pepagan dengan kuat. Kaki belakangnya dapat diputar ke belakang untuk memegang batang pohon, sehingga binturung dapat turun dengan cepat dengan kepala lebih dulu.

Binturong mengeluarkan semacam bau, seperti umumnya musang, dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya. Hewan betina melahirkan 2-6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.

Binturong menyukai hutan-hutan primer dan sekunder, hanya kadang-kadang saja ditemukan di kebun di tepi hutan.

Hewan ini menyebar luas mulai dari dataran tinggi Sikkim hingga ke Tiongkok selatan, Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Palawan.

Konservasi

Di desa-desa pinggiran hutan, binturung sering dipelihara sebagai hewan kesayangan (pet). Orang menangkapnya ketika hewan ini masih kecil dan membiasakannya dengan kehidupan manusia. Dengan pemeliharaan yang baik, binturung dapat mencapai usia 20 tahun dalam tangkaran.

Sejalan dengan berkembangnya perdagangan, binturong juga diperjual belikan di pasar-pasar burung di kota. Selain itu, yang lebih mengancam kelestarian populasinya di alam, binturung juga diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional (jamu).

Ancaman lain datang dari kerusakan lingkungan di hutan-hutan di wilayah tropis sebagai akibat pembalakan yang serampangan. Hancurnya hutan mengakibatkan rusaknya habitat binturung, sehingga populasinya di alam terus menurun. Kini binturung termasuk hewan yang dikhawatirkan kelestariannya, dan dilindungi oleh undang-undang negara Republik Indonesia.

Sumber artikel : Wikipedia

Mengenal Musang Rase

Musang Rase.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Mammalia
Ordo:Carnivora
Famili:Viverridae
Upafamili:Viverrinae
Genus:Viverricula
Hodgson, 1838
Spesies:V. malaccensis
Nama binomial
Viverricula malaccensis
(Gmelin, 1788)

Musang rase, (Viverricula malaccensis) adalah sejenis karnivora kecil dalam suku Viverridae. Hewan ini menyebar luas di Asia Selatan dan Tenggara. Dikenal dalam bahasa Inggris sebagai small Indian civet, spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Viverricula.

Pengenalan

Musang bertubuh sedang, panjang kepala dan tubuh 540–630 mm, sedangkan ekornya 300–430 mm. Ekornya ini berbelang-belang dengan 6–9 cincin hitam dan putih, dengan ujung yang selalu berwarna putih. Kakinya relatif pendek, 85–100 mm dari ‘tumit’ hingga ujung jari. Berat tubuhnya antara 2–4 kg.

Tubuh bagian atas kelabu kecokelatan hingga cokelat pucat kekuningan, biasanya dengan beberapa garis hitam memanjang di punggungnya, dan di bawahnya, beberapa deret memanjang bintik-bintik hitam di sisi tubuhnya. Pada beberapa individu, pola garis-garis dan bintik-bintik itu mengabur. Pola garis-garis di leher bervariasi; pada umumnya dua garis hitam di masing-masing sisi leher, dari belakang telinga ke arah bahu, dan sering pula satu lagi melintang di tenggorokan. Kaki cokelat atau hitam.

Penyebaran

Musang rase menyebar luas mulai dari India (di sebagian besar wilayah), Srilanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Tiongkok selatan dan tengah, Hong Kong, sebagian besar Laos, dan Kamboja. Juga dikenal dari Nepal, Bhutan, Bangladesh, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan Bali, namun tak ada laporan baru mengenai keberadaannya di tempat-tempat tersebut. Status keberadaannya di Singapura kini tidak jelas.

Ekologi dan perilaku.

Rase tercatat menghuni hutan-hutan luruh daun dan hutan semi selalu-hijau, hutan luruh daun campuran, hutan bambu, hutan belukar, padang rumput, serta wilayah riparian.

Tinggal dalam lubang-lubang di tanah, di bawah bebatuan, atau di semak-semak yang lebat[3], hewan ini aktif di malam hari (nokturnal, dan lebih banyak bergerak di atas tanah (terestrial).
Sementara itu penulis yang lain, misalnya Hodgson dan juga Kellaart, menyebutkan bahwa rase biasa berkeliaran baik siang maupun malam hari. Musang rase memangsa aneka jenis binatang kecil, termasuk tikus, burung, ular, buah, akar-akaran, dan bangkai hewan lain juga aneka jenis serangga. Kadang-kadang karnivora ini mencuri ternak unggas untuk dimangsa.

Reproduksi

Betina melahirkan empat atau lima anak sekali waktu[3]. Musang rase diketahui hidup hingga umur delapan atau sembilan tahun[4].

Konservasi

Musang rase sering diburu orang karena dianggap hama ternak.

Meskipun demikian, secara umum populasi hewan ini belum dianggap terancam, karena wilayah sebarannya yang luas, variasi habitatnya yang beragam, serta kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan pertanian dan pedesaan. IUCN memasukkannya ke dalam status LC (Least Concern ), sementara CITES menempatkannya dalam Apendiks III. Sementara itu, di Myanmar hewan ini dilindungi sepenuhnya berdasarkan Undang-undang Hidupan Liar 1994.

Sumber artikel : wikipedia.

Mengenal Musang Akar

Musang akar
(small-toothed palm civet)

Musang ini memiliki nama lain yang bervariasi. sebut saja small-toothed palm civet dan three-striped palm civet. Hewan dengan nama ilmiah Arctogalidia trivirgata ini beratnya 2,4kg dengan panjang tubuh 53cm serta panjang ekor 58 cm.

Musang akar memiliki rambut pendek seperti bulu karpet yang umumnya berwarna cokelat, sedangkan kepalanya berwarna abu-abu gelap cokelat. Moncong berwarna cokelat dengan garis putih putih memanjang dari hidung ke dahi. Tubuh bagian belakang memiliki tiga garis-garis cokelat yang berbeda di sepanjang tubuh. Hanya musang betina yang memiliki kelenjar perineum, yaitu didekat vulva.

Periode kebuntingan musang akar mencapai 45 hari dengan jumlah anak yang lahir mencapai tiga ekor. Anak musang akan mulai membuka mata pada umur 11 hari dan disapih pada umur dua bulan. Musang akar dapat melahirkan anak dengan frekuensi dua kali dalam setahun.

Di Indonesia sendiri terdapat 3 subspecies dari jenis musang akar.

Pertama Musang akar Sumatra (Arctogalidia trivirgata sumatrana)

Kalo dari ciri fisik moncongnya lebih mancung dan mata nya tidak terlalu belo, warnanya kebanyakan lebih ke abu-abuan.

Kedua Musang Akar Borneo

Dari ciri-ciri fisik paling belo dan lucu mirip agak mirip lemur warnanya cenderung abu kecoklatan walaupun ada juga yang abu. Hidungnya lebih pesek dan gak kalah menggemaskan

Musang Akar Jawa (Arctogalidia trivirgata trilineata)

Dari jenis-jenis musang akar, musang akar jawa ini memiliki penampilan paling indah dan elegan dengan warna bulu agak pirang keputihan seperti memiliki gen hypo.

Sumber artikel : Kaskus dan beberapa sumber terpercaya.